Profil

gedung polimedia Medan

Kebijakan revitalisasi Balai Grafika Medan menjadi Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Medan berdasarkan Kepmendiknas tanggal 11 Juni 2011 adalah dalam rangka menindaklanjuti pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) di Jakarta Convention Center, 4 juni 2008, yakni: ”….we must look at the creative and cultural industry as the way to our economic future.” Pernyataan ini menyiratkan bahwa industri yang berbasis kreatifitas dan budaya perlu secara sistematis didukung oleh kebijakan pemerintah baik dari aspek industri maupun dukungan sumber daya manusia.

Pendirian Polimedia kreatif medan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terampil dan mendukung perkembangan industri kreatif nasional. Sebagai institusi pendidikan, Polimedia kreatif Medan diharapkan dapat memberikan kontribusi inovasi dalam perkembangan era baru masyarakat modern. Dalam hal ini, Polimedia memiliki tanggung jawab untuk membawa bangsa ini sejajar dengan bangsa lain dalam kancah percaturan dunia pendidikan internasional sebagai katalisator untuk pengembangan potensi bangsa.

Polimedia kreatif Medan merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi pertama dan satu-satunya yang dirancang secara khusus untuk menyediakan berbagai program studi yang relevan dengan industri kreatif. Polimedia memiliki posisi strategis di komunitas industri kreatif nasional yang secara sistematis berupaya untuk senantiasa melakukan berbagai inovasi dan pengembangan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Medan, Februari 2016

Penanggungjawab Polimedia PSDD Medan.